Tuesday, April 9, 2013

Terlalu Banyak Mengonsumsi Daging Olahan Mempercepat Kematian







Menurut sebuah penelitian terbaru, mengonsumsi daging olahan seperti sosis, bacon, ham kemasan atau daging olahan lainnya secara signifikan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan kanker. Para ahli mengatakan bahwa tiga persen dari kematian dini dapat dicegah setiap tahunnya apabila orang makan daging olahan tidak lebih dari 20 gram per harinya.

Namun demikian, dari hasil penelitian tersebut juga ada kabar baik bagi mereka yang mengonsumsi steak atau daging panggang. Seporsi kecil daging merah seperti sapi atau kambing dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh karena mengandung sejumlah nutrisi dan vitamin yang diperlukan tubuh.

Penelitian yang dilakukan oleh University of Zurich, salah satu penelitian terbesar di bidangnya ini melibatkan kurang lebih setengah juta pria dan wanita berusia mulai dari 35 sampai 70 tahun di 10 negara yang ada di daratan Eropa.

Para peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang makanan yang mereka makan selama 12 bulan sebelumnya. Pertanyaan yang menyangkut daging dikelompokkan menjadi daging merah, putih, dan olahan. Daging merah termasuk sapi, kambing, domba, kuda, dan babi. Sedangkan daging putih termasuk ayam, kalkun, bebek, dan kelinci.

Konsumsi daging olahan dikatakan tinggi jika melebihi 160 gram atau setara dengan 3 sosis. Selama periode kurang lebih 13 tahun, lebih dari 5500 partisipan meninggal akibat penyakit jantung dan arteri, 9861 terkena penyakit kanker, dan lebih dari 1000 orang mengalami penyakit pernapasan.

Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa makan daging olahan dalam jumlah besar akan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung sebanyak 72 persen, dan akibat kanker sebanyak 11 persen. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal BMC Medicine

0 comments:

Post a Comment

Tinggalkan Komentar Anda Di sini